Apakah Overthinking Itu Baik ?

selamat datang di laman yang akan mengajak kamu untuk lebih mengenali diri sendiri. Karena kebanyakan dari kita (sebagai manusia) seringkali mengabaikan bahkan tidak memahami apa yang terjadi pada diri sendiri.  Banyak manusia khususnya anak muda, mengalami depresi, tak jarang pula kehilangan nyawanya karena overthinking. Banyak hal yang menyebabkan overthinking, setiap manusia memiliki alasan yang berbeda terkait penyebab mereka overthinking. Jika kamu mengalami kondisi demikian, maka kamu sedang ada di arrtikel yang tepat. 
Menurut ilmu psikolog, overthinking sendiri diartikan sebagai, berpikir yang terrus menerus mengenai sesuatu hal yang negatif. Overthinking sendiri memiliki dua bentuk, yang pertama, overthinking karena merrenungkan suatu kejadian yang tidak menyenangkan pada masa lalu, misalkan dengan pikiran, "andai saja saya tidak melakukan hal itu, maka hal ini tidak akan terjadi:" dan yang ke dua, mengkhawatirkan mengenai sesuatu hal yang belum terjadi di masa depan. 

overthinking sendiri memiliki arti, terlalu banyak menggunakan waktu untuk memikirkan suatu hal dengan cara yang merugikan dirinya sendiri. Overrthinking ini dapat berupa kekhawatirran dan ruminasi. Ruminasi sendirri memiliki arti, kecenderungan untuk terus memikirrkan suatu hal yang telah berlalu. Sedangkan khawatir memiliki ati, kecenderungan untuk memikirkan suatu pediksi yang sifatnya adalah negatif.  Khawatir dan ruminasi jika dibiarkan dan terus berrlanjut, maka hal terrsebut akan berubah menjadi catastrophizing, yang memiliki ati, suatu distorrsi kognitif, yakni ketika seseorang terrlalu melebih-lebihkan serrta memiliki pikiran yang tidak rasional, sehingga ia merasa tidak menemui jalan keluar. 

Overrthinking atau terlalu berlebihan memikirrkan sesuatu serta khawatirr terhadap sesuatu adalah hal yang merugikan, terutama untuk diri sendiri. daripada fokus terhadap suatu permasalahan terrtentu, lebih baik fokus terrhadap sesuatu yang dapat dilakukan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Manusia Akan Menyelesaikan Sebuah Karya Rupa Dalam Beda Budaya- Face Negotiation Theory oleh stella Ting Toomey