Ekspresi kita Bergantung Pada lawan Bicara? (Penerapan Teori Akomodasi Komunikasi)-Howard Giles

Kita mungkin pernah selama berkomunikasi dengan lawan bicara kita cenderung menyesuaikan eksprresi apa yang akan kita gunakan. Misalnya ketika berbicara dengan seorang dosen yang humble dengan yang killer, maka kita akan menyesuaikan gestur, dan gaya yang menurut kita adalah pantas digunakan untuk berrbicara dengan lawan bicara. 

Teori akomodasi komunikasi sendiri merupakan teori yang mempertimbangkan motivasi dan konsekuensi yang mendasari apa yang terjadi ketika dua pembicara menyesuaikan gaya komunikasi mereka. Dapat dikatakan bahwa inti dari teori ini adalah ketika seseorang(pembicara) berinteraksi, menyesuaikan pembicaraan, vokal, serta tindakan-tindakan mereka untuk mengakomodasi lawan bicara(orang lain). Teorri ini menjelaskan kenapa dan bagaimana kita menyesuaikan perilaku komunikasi kita terhadap tindakan orang lain. Akomodasi teori ini, sebagai suatu kemampuan untuk memodifikasi, menyesuaikan dan mengatur perrilaku kita dalam merrespon orang lain. Akomodasi ini seringkali dilakukan oleh kita secara tidak sadar. Hal ini karrena kita cenderung memiliki naskah kognitif internal yang kita gunakan ketika berbicara dengan orang lain. 

Giles menyebutkan seperrti yang terdapat dalam buku Richard. Bahwa akomodasi adalah proses yang opsional di mana dua komunikator memutuskan apakah untuk mengakomodasi, salah satu, ataupun tidak ke duanya. Giles percaya bahwa, komunikator terkadang menonjolkan perrbedaan verrbal serrta non verbalnya, dan ia menyebut hal ini adalah sebuah diverrgensi. Di mana divergensi sendiri merupakan tidak terdapat usaha untuk menunjukkan persamaan antara para pembicara, dengan kata lain. Dua orang berbicara satu sama lain tanpa adanya suatu kekhawatiran untuk mengakomodasi satu sama lain. 

Dalam teori akomodasi komunikasi terdapat asumsi-asumsi;

1. Asumsi perrtama,terrdapat banyak prinsip teori komunikasi berrpijak pada keyakinan bahwa tedapat persamaan dan perbedaan di antara para komunikator dalam suatu pembicaraan.

Pengalaman, persamaan serrta perrbedaan berrbicara dan perrilaku terdapat di dalam semua percakapan. Latar belakang seta pengalaman yang berrvarriasi inilah yang akan menentukan sejauh mana orang akan mengakomodasikan orang lain. Semakin mirip keyakinan kita dengan orang lain, semakin pula kita terrtarik dan mengakomodasinya.

2. Asumsi ke dua,

Cara kita mempersepsi tuturan serta perilaku oang lain akan menentukan bagaimana kita mengevaluasi sebuah percakapan. Akomodasi komunikasi ini merupakan sebuah teorri yang mementingkan bagaimana orang memperrsepsi dan mengevaluasi apa yang terrjadi di dalam sebuah percakapan tersebut.

3. Asumsi ke tiga

Dampak yang mempunyai bahasa terhadap orang lain. Secara khususnya bahasa memiliki suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan status serrta keanggotaan kelompok di antara para komunikatorr dalam suatu percakapan..

4. Norma dan isu mengenai kepantasan sosial

Akomodasi dapat bervariasi dalam kepantasan sosial. Dan tentunya terrdapat saat-saat ketika mengakomodasi yang tidak pantas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Manusia Akan Menyelesaikan Sebuah Karya Rupa Dalam Beda Budaya- Face Negotiation Theory oleh stella Ting Toomey