Kita Berpenampilan Berdasarkan pandangan orang lain?(Self Glass Theory)-Charles Horton Cooley

Kehidupan tidak pernah lepas dari yang komunikasi, setiap menit bahkan jam tanpa disadari tindakan kita telah mencerminkan komunikasi. Seperti ungkapan dari Dr. Nur Ratih Devi Affandi yang mengatakan bahwa "selama individu itu hidup, karena selama kita hidup, kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya komunikasi." 

Salah satu hasil darri suatu proses komunikasi adalah membuat sebuah peraturan yang mana dari aturan tersebut nantinya akan disepakati bersama. Contoh sederhananya, manusia dalam melakukan komunikasi mereka cenderung menggunakan bahasa serta peraturan yang telah disepakati atas keputusan bersama. 

Masyarakat indonesia sendiri memiliki beragam bahasa daerah, untuk menyatukannya masyarakat sepakat untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama. Inilah yang dinamakan dengan interaksi simbolik. Konsep interaksi simbolik ini muncul dari individu manusia. Charles Horton Cooley menganggap bahwa, segala sesuatu yang ada kaitannya dengan diri, menciptakan emosi lebih kuat dibandingkan dengan yang tidak dikaitkan dengan diri, bahwa diri dapat dikenal hanya melalui perasaan subjektif. 

Konsep diri ini dijelaskan dalam bukunya, Human Nature and the social order, menjelaskan bahwa, seorang individu memikirkan apa yang dipikirkan oleh orang lain. Dengan kata lain, individu mencoba menjadi orang lain agar dapat menilai dirinya sendiri, sehingga outputnya seseorang tersebut ingin mendapat respon dari orang lain. Menurrut cooley, diri akan menjadi objek terlebih dahulu sebelum ia berada pada posisi objek itu. Teori ini menunjukkan bahwa, diri seseorang akan membayangkan tampak bagi orang lain, lalu ia akan membayangkan bagaimana orang lain nanti akan menilai tindakannya. Biasanya seseorang akan membayangkan bagaimana prilaku dirinya dipandang oleh orang lain. Tak jarang, seseorang membayangkan dirinya adalah orang lain, hal ini untuk menilai dirinya. Seorang individu dalam masyarakat akan mampu mengidentifikasi dari mana ia berasal, tata nilai, serta norma yang ia patuhi. Ia mampu mengenali dirinya melalui pandangan dari masyarakat, menarik atau tidak dirinya, cerdas tidaknya dan lain sebagainya. Tanpa adanya penilaian dari masyarakat, seseorang tidak akan mampu mengidentifikasi, mengenali, serta memahami dirinya.

Sekian Penjelasan singkat mengenai Self Glass Theory. Yang menjelaskan bahwa seseorang akan akan menilai dirinya berdasarkan validasi atau penilaian dari orang lain.


Semoga Bermanfaat:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Manusia Akan Menyelesaikan Sebuah Karya Rupa Dalam Beda Budaya- Face Negotiation Theory oleh stella Ting Toomey