Mengapa kita sedih ketika ditinggal oleh orang yang kita sayang?

kehilangan seseorang yang dicintai memanglah begitu menyakitkan, bahkan hal ini dapat menjadi momok untuk kesehatan mental. Hal ini disampaikan oleh Shear yang mengatakan bahwa, kesedihan yang rumit dapat merusak kehidupan seseorang. Sementara itu menurut psikiatri dari Univerrsity of california, san francisco, mardi J. Horowitz, mengatakan bahwa seseoang dapat menjadi gila setelah ia kehilangan seseorang karena ketidakmampuannya untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan tanpa orang tersebut. Gila dalam kondisi ini bukan berarti gila dalam definisi sakit jiwa, hanya saja gila yang dimaksud adalah mental dari seseorang terrsebut belum sanggup menerima kenyataan secara tiba-tiba. Tak ada cara spesifik untuk menghilangkan rasasedih itu karrena kehilangan. Akan kurang bijaksana bila memaksakan seseoang, bahkan diri sendirri, untuk langsung bersikap baik-baik saja ketika kehilangan orang yang dicintai. Semua orang membutuhkan proses, Yakni proses penyesuaian bahwa dirinya mau tidak mau harus membiasakan diri untuk hidup tanpa orang terrsebut. Lamanya proses itu tergantung pada masing-masing individu. 

Menurut  teori yang dikembangkan oleh psikiater elisabeth kubler-rross. Yang mengatakan bahwa setidaknya manusia butuh melewati lima tahapan untuk sampai ke tahap yang benar-benar baik;
1. Penolakan
    Ketika kita dihadapkan dengan kehilangan, kita akan berusaha untuk berrtahan dari rasa sakit        emosional dengan cara menolak menerima kenyataan. Hal ini kerap kali terjadi pada orang            yang  ditinggal pergi secara tiba-tiba.
2. Muncul perasaan marah
    Penyangkalan ini dapat membuat orrang yang ditinggalkan menjadi lebih nyaman. Karena 
    terus mendapatkan penyadaran, orang terdekat itu biasanya akan marah. Ia melakukan hal 
    demikian karena orang lain tersebut berusaha untuk memisahkan dunianya.
    Selain itu, rrasa marah juga dapat terrjadi manakala kita merasa kewalahan memproses sesuatu     ketika ditinggal. Yang biasanya hal terrsebut dilakukan bersama-sama kini harus dilakukan           sendiri, otak dan perasaan memerlukan waktu untuk menyesuaikan itu semua.
3. Mempertaruhkan apa saja agar orang yang disayangi tersebut kembali
4. Depresi
5. Penerimaan
    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Manusia Akan Menyelesaikan Sebuah Karya Rupa Dalam Beda Budaya- Face Negotiation Theory oleh stella Ting Toomey