Menyenangkan Semua Orang Adalah Pekerjaan Sia-Sia

Dalam hidup serringkali kita sebagai makhluk sosial terlalu mementingkan kesenangan orang lain, apakah mereka akan senang jika tindakan kita seperti ini, bagaimana pikiran mereka jika kita begini, dan banyak lagi hal-hal yang kita lakukan adalah berdasarkan pada penilaian orang lain, dan berusaha untuk menyenangkan semua orang, berusaha agar bagaimana semua orang merasa bahagia, merasa nyaman atas apa yang kita lakukan. Padahal tidak semua orang menerima perilaku baik yang kita lakukan, tidak semua orang merasa senang terhadap apa yang kita usahakan untuk mereka. Karena manusia memiliki perasaan dan pandangan yang berbeda akan sesuatu hal, seperti juga pandangan mereka akan diri kita.

Menyenangkan orang lain sendiri memiliki dua kategori, yakni menyenangkan orang lain dengan maksud untuk membuat diri sendiri bahagia dan yang ke dua menyenangkan orang lain karena ingin mendapatkan suatu keuntungan atau pujian. Jika konteks menyenangkan orang lain adalah untuk mendapatkan keuntungan atau pujian, maka kamu akan memaksakan diri dan keadaan. Hasrat yang besar menyenangkan orang lain dengan tujuan keuntungan atau pujian maka akan membuat diri kita merasa ketergantungan di sekeliling orang lain. Lantas hal tersebut akan membuat kamu kelelahan sendiri.

Sebab, sebaik apapun kamu berusaha untuk membuat senang banyak orang namun penerimaan dari masing-masing orang jelaslah berbeda. Yang ada kamu hanya akan merasakan perasaan kecewa, bahkan sakit hati. Hal ini terjadi karena kamu terlalu sibuk memperhatikan perasaan orang lain. Kamu terlalu sibuk membahagiakan orang lain dan akhirnya mengorbankan perasaan dan keinginanmu sendiri. Padahal untuk membuat orang lain bahagia, penting untuk membahagiakan diri sendiri dulu. 

Menyenangkan orang lain memang suatu hal yang baik dan mulia, namun mengorbankan kepentinganmu adalah hal yang tidak baik. Jangan menyenangkan orang lain dengan harapan mendapatkan imbalan dari orang tersebut.

Jadi sebelum membahagiakan orang lain, pastikan bahwa kamu terlebih dulu bahagia. Jangan membohongi diri sendiri dengan melakukan sesuatu yang sebenanya hal tersebut tidaklah membahagiakanmu. Pilihlah sesuatu yang sesuai dengan keinginanmu. Dan tetap ingat bahwa tidak mungkin kamu dapat memenuhi semua kebutuhan setiap orang. Maka pilihlah sesuai prioritas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Manusia Akan Menyelesaikan Sebuah Karya Rupa Dalam Beda Budaya- Face Negotiation Theory oleh stella Ting Toomey